Tuesday, 29 May 2012

Saturday, 12 May 2012

from Jakarta to Manila

"saya senin ke Manila" ujarnya
"ko mrndadak? kenapa baru bilang sekarang?" keluhku sambil mengerutkan alis. Secara dy memberitahuku akan melanjutkan studinya s3 3 hari sebelum ia berangkat. jelas saja aku kesal.
"iya, habis kamu dari kemarin jutek terus sama saya, saya jadi takut".
"ih gue jutek itu karna lagi sibuk paper sama lomba! tugas dllnya!"
"kenapa mesti di Manila sih? kenapa ngga Singapur atau Malaysia atau Australia?!"
"iya saya kan biaya sendiri, disana cost of life  nya lebih murah kalo pake uang orang tua pasti saya pilih di Inggris atau London" ujarnya lagi sambil tertawa
"lagian tiap 2 bulan sekali mungkin pulang ko, saya disana cuma bimbingan"

sedikit lega sih, tapi  dy ngga tau perasaan gue yang tertahan ini, harus bolak balik move on. Bolak balik harus tegar.
"sis, nanti kalo lo kangen lo liat bulan aja, kan bulan itu diliat dari negara mana aja :p"
"ah ebel banget lo med"









-cerita ini belom selesai- tunggu keberlanjutannya ya ;)


Saturday, 5 May 2012

hanya mengutip :""")

"Most people seem to prefer to play safe. Perbedaan itu menjadi isu yang besar di negara ini, di lingkungan seperti ini. Walaupun begitu, ada saja segelintir orang yang berani mengambil resiko itu. Aku salut pada mereka, karena jika mereka benar-benar mau memperjuangkan cintanya, they will be able to take their religion seriously."

"Oleh karena itu, pesan saya jadikanlah sebuah hubungan pacaran itu sebagai media untuk terus belajar dan menjalin hubungan yang lebih bijaksana tidak melukai satu dengan yang lainnya. Berpikirlah lebih dahulu dan jauh kedepan sebelum sakit hati dan penyesalan yang mendalam engkau temui."